Sekolah Muhammadiyah: Inovasi atau Mati

SMP Muhammadiyah 3 Depok (SMP Mugadeta) mengadakan Workshop Kurikulum Pengembangan Program Fullday School SMP Muhammadiyah 3 Depok di Hotel Kana pada tanggal 20 s.d. 21 Maret 2023. Pembicara dalam workshop tersebut diantaranya Didik Suhardi, Ph.D selaku Ketua Majelis PP Muhammadiyah, M.Ihwan Ahada, S.Ag., M.A. selaku ketua PWM D.I.Yogyakarta, Prof. Tasman Hamami, M.A. selaku guru besar  UIN Sunan Kalijaga dan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Dr.Suwardi, M.Ag., M.Pd. selaku ketua Majelis Dikdasmen PDM Sleman, Abdulah Mukti, M.Pd. selaku wakil sekretaris Dikdasmen PP Muhammadiyah, Sumardi, S.Si. selaku Kepala Sekolah SMA Trensains Sragen, Surakhmad, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 3 Depok periode 2000-2011 sekaligus penggagas Fullday School SMP Muhammadiyah 3 Depok, dan Wakhid Effendi, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 3 periode 2011-2019.

Workshop kurikulum diikuti oleh bapak dan ibu guru serta karyawan SMP Mugadeta. Tujuan diadakan workshop kurikulum tersebut untuk mengembangkan program fullday school yang telah SMP Mugadeta terapkan sejak tahun 2010.

Saat ditemui tim reporter Mugadeta, Hasanudin, S.Pd.I., M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMP Mugadeta menyampaikan bahwa sudah menjadi rahasia umum SMP Mugadeta merupakan pionir sekolah fullday school. Namun, saat ini hampir semua sekolah menerapkan program fullday school. Oleh karena itu, SMP Mugadeta merasa sudah saatnya mengembangkan program fullday school yang berbeda dengan sekolah lainnya sehingga menjadi branding dan ciri khas dari SMP Mugadeta. Selain itu, pengembangan program fullday school ini diharapkan juga menjadi sarana untuk menghasilkan peserta didik yang semakin unggul dalam bidang akademik maupun di luar akademik.

Selaras dengan yang disampaikan Didik Suhardi, Ph.D pada saat pembukaan workshop kurikulum ini melalui zoom (13/03), pendidikan adalah sebuah usaha yang never ending business. Maksudnya adalah sebuah usaha yang tidak pernah selesai sehingga kita harus selalu melakukan pembaharuan dan  inovasi. Kemudian tuntutan melakukan pembaharuan dan inovasi itu juga untuk menghadapi tantangan kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun kebutuhan dari masyarakat akan pentingnya sebuah pelayanan pendidikan untuk menghadapi kehidupan di jaman yang akan datang. (Indriyati)